Berita Terkini :
Home » , , » Pengertian Psikolinguistik

Pengertian Psikolinguistik

Written By Bambang Sutrisno on Minggu, 16 Juni 2013 | 02.47



Apa yang disebut Psikolinguistik?
            Pada tahun 1952, Social Science Research Council di Amerika Serikat mengundang serta mempertemuka tiga orang linguis dan tiga orang psikolog untuk mengadakan suatu konferensi interdisiplinier, dengan maksud agar mereka mendiskusikan kemunculan suatu bidang ilmu pengetahuan yang baru yaituPsikolinguistik.
            Robert lado, seorang ahli dalam bidang pengajaran bahasa mengatakan bahwa “psikolinguistik adalah pendekatan gabungan melalui psikologo dan lingusitik bagi telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahassa dalam pemakaian, perobahan bahasa, dan hal-hal yang ada kaitannya dengan itu yang tidak begitu mudah dicapai atau didekati melalui salah satu dari dua ilmu tersebut secara terpisah atau sendiri-sendiri”. (Lado, 1976:220)
            Menurut Ronald W. Langacker “psikolingistik adalah studi atau telaah mengenai behavior atau perilaku linguistic yaitu performansi atau perbuatan dan perlengkapan atau aparat psikologis yang bertanggungjawab atasnya”. (Langacker, 1968:6)
            John Lyons berpendapat bahwa “psikolinguistik adalah telaah mengenai produksi (sintesis) dan rekognisi (analisis)’. (Lyons, 1968:160)
Dari sejumlah penjelasan tersebut terdapat persamaan juga perbedaan; tetapi yang jelas dan nyata ialah bahwa dalam psikolinguistik terdapat kemajuan dan perkembangan yang menggembirakan hati. Sejalan dengan perkembangan psikolinguistik, maka terjadi pula 3 perubahan penting:
1.      Para psikolog menemui serta mengetahui adanya sejumlah perbedaan yang besar antara teori kompetensi dan teori performansi dan teori performansi, antara teori kemampuan dan teori perbuatan.
2.      Variabel-variabel yang dibatasi secara linguistic sudah mulai digantikan oleh variabel-variabel kognitif dalam teori dan eksprementasi (percobaan) linguistik.
3.      Psikolinguistik menetapkan pendirian bahwa kekerabatannya lebih erat atau lebih akrab dengan linguistik daripada dengan psikologi. (Cairns and Cairns, 1976:109).
2.1.2. Tata Bahasa Transformasi
            Dalam sejarahnya, jelas terlihat bahwa teori ini mengalami perubahan dan perkembangan, sehingga dapatlah dibeda-bedakan apa yang disebut:
a.       First generation transformational grammar.
b.      Second generation transformational grammar.
c.       Semantic-based transformational grammar.

2.1.3. Kompetensi dan Performansi
Ø  Kompetensi
            Kompetensi adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai pendegar asli tentang bahasanya secara tidak sadar secara diam-diam, secara intrinsic, implicit, intuitif, dan terbatas. Kompetensi merupakan informasi yang tersedia bagi pembicara asli yang lancer berkenaan dengan bahasanya, yang mengizinkan dia mengerti dan menghasilkan kalimat yang belum pernah didengar atau diucapkan sebelumnya dan membedakan antara kalimat yang meragukan dan yang tidak meragukan, yang bersinonim dan tidak bersinonim dan sebagainya.

Ø  Performansi
            Chomsky mengatakan bahwa performansi adalah teori penggunaan bahasa; penggunaan bahasa yang sesungguhnya; merupakan hal sesungguhnya yang dilakukan oleh pembicarta-pendengar berdasarkan pengetahuannya mengenai sesuatu bahasa. Dan menurut Katz, performansi adalah ujaran yang sesungguhnya dari lawan bahasa; merupakan subyek teori psikologi yang menggarap bagaimana caranya kompetensi linguistic dipergunakan dalalm pembentukan dan pemahaman ujaran, di dalam produksi dan komprehensi ujaran atau  speech. (Palmatier, 1972: 121)
Bagikan Artikel Ini :

0 komentar:

Komentar dan Saran Anda

Tinggalkan komentar dan saran anda mengenai artikel ini ...

English French German Italian Portuguese Japanese Korean Arabic
 
Blog ini Milik: Mas | Bambang | Sutrisno
Diberdayakan oleh Blogger
Copyright © 1989-2014. Pemulung Aksara - All Rights Reserved
Terimakasih Sudah Berkunjung Ke Blog Ini, Salam dari Saya Bambang Sutrisno